Rikwan Welerubun, Atlet Maluku Di Jalan Sepi

  • Whatsapp
Rikwan Welerubun (Foto Dokpri Rikwan)


Laporan Rudi Fofid-Ambon

Malukupost.com – Hari itu, Senin, 10 September di Stadion Rumbai Pekanbaru, Riau. Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII sedang berlangsung. Cabang atletik menyuguhkan babak final nomor lompat jauh putera. Maluku menerjunkan atlet andalan Rikwan Welerubun.

Rikwan pun melompat. Hup! Jaraknya 7.47 meter. Lompatan sejauh itu berbuah manis. Rikwan meraih medali perak, hanya terpaut 1 cm dengan peraih medali emas Novel (Sulawesi Tengah) sejauh 7.48 meter.

Rikwan adalah salah satu bintang atletik Maluku. Ia bukan cuma jago lompat. Pada serangkaian kejuaraan di tanah air, Rikwan juga bersinar di nomor lintasan. Misalnya, pada Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal) III tahun 2014, dia meraih medali emas nomor lari 400 meter untuk kontingen Maluku Tenggara Barat.

Atlet kelahiran Dobo, 19 Mei 1990 ini, juga memperkuat kwartet Maluku meraih medali perak pada nomor estafet 4 x 400 meter PON XVIII. Bahkan, dalam kejuaraan nasional di lingkungan TNI, Rikwan meraih medali emas. Tidak heran, rumahnya bertabur piala dan medali.

Untuk prestasinya yang gemilang, prajurit berpangkat praka ini diganjar penghargaan oleh Pangdam XVI/Pattimura. Penghargaan bahkan dua kali diterima. Pertama, oleh Pangdam Wiyarto, dan keuda, oleh Pangdam Doni Monardo. Begitulah Rikwan, atlet Maluku yang kini bertugas di Kodim 1503/Tual.

KESEPIAN

Menghadapi PON XX tahun 2020 di Provinsi Papua, Rikwan sudah mendapat kabar bahwa dirinya masuk dalam kontingen Maluku. Pemusatan latihan daerah secara outdoor, saat ini sedang berlangsung di Ambon.

“Karena pandemi covid-19, beta latihan saja di sini, di Langgur. Coach Marla Sopacua mengirim program latihan. Kami komunikasi secara online,” kata Rikwan kepada Media Online Maluku Post yang menghubunginya dari Ambon, Rabu (4/11).

Rikwan berkisah, di Langgur tidak ada lintasan atletik yang bisa dipakai untuk latihan. Sebab itu, dirinya tidak berlatih teknik, melainkan hanya stamina.

“Beta hanya jogging di jalan raya, sendiri. Dari Watdek ke stadion, memutar Kolser lalu kembali,” jelas Rikwan.

Rikwan mengaku rindu berlatih bersama kawan-kawan atlet Maluku di pemusatan latihan. Akan tetapi dia maklumi situasi pandemi covid-19, jadi latihan dilakukan secara mandiri dengan panduan jarak jauh oleh sang pelatih Marla Sopacua di Ambon.

“Terkadang rasa sepi memang karena tidak punya kawan berlatih, tetapi sebagai atlet dan prajurit, beta sudah biasa latihan sendiri,” pungkasnya. (Malukupost.com/foto fb rikwan)

Pos terkait