Trio Aktivis Kemanusiaan Ajak Masohi Bagi Komponis Silvo Letsoin Di Kei

  • Whatsapp

Laporan Rudi Fofid-Langgur

Malukupost.com – Trio aktivis kemanusiaan penggerak jurnalisme damai di Maluku berinisiatif menggalang donasi bagi komponis Silvo Letsoin (63 tahun) di Desa Debut, Kecamatan Manyeuw, Maluku Tenggara.

Ketiga aktivis adalah Han Holle (Ambon), Yusnita Tiakoly (Piru, SBB) dan Dino Umahuk (Ternate).  Holle saat ini telah berprofesi sebagai dosen IAIN Ambon, Tiakoly sebagai ASN di Seram Bagian Barat (SBB), sedangkan Umahuk masih tetap sebagai jurnalis di Porostimur.com.

Menurut ketiga aktivis, mereka terharu dan bangga bahwa pada zaman ini, masih ada seniman yang mandiri, bekerja tanpa pamrih, meskipun dalam keterbatasan fasilitas. Atas dasar itu, mereka berinisiatif mengapresiasi perjuangan Silvo Letsoin  untuk dapat membeli keyboard dan gitar sebagai sarana pendukung kreativitasnya.

“Kami membuat undangan terbuka ini, seraya mengetuk hati para dermawan untuk ‘mari katong masohi’ menopang  Bapak Silvo Letsoin di Ohoi Debut, Kecamatan Manyeuw, Maluku Tenggara,” begitulah yang tertulis pada flyer yang dibuat dengan judul  “Mari Katong Masohi, Donasi Untuk Komposer Silvo Letsoin” yang dibagikan di akun media sosial.

Dalam flyer itu tertulis, donasi dapat dikirim langsung ke nomor rekening BRI 715801021625532 atas nama Joseph Thomas Letsoin (Putera Bapak Silvo Letsoin). Resi pengiriman donasi dapat disampaikan ke nomor WA 081315491295 (Dino Umahuk) dan nomor WA 081343027145 (Yusnita Tiakoly)

Aksi donasi ini kemudian mendapat dukungan dari tiga media online yakni Malukupost.com, Ekspresimaluku.com, dan Porostimur.com.

Silvester Guido Letsoin alias Silvo Letsoin adalah pria kelahiran Debut, 12 September 1957.   Dia nyaris tidak dikenal karena tinggal di kampung. Oleh anak-anak kandungnya sendiri, dia dijuluki komposer miskin atau artis miskin. Padahal, Silvo adalah penulis lagu berbahasa Kei yang ikut melejitkan dua band asal Kei-Papua yakni Black Sweet dan U-Brothers.

Silvo saat ini masih produktif, kendati tidak memiliki dukungan alat musik.  Ia sedang berupaya memiliki keyboard  dan gitar, sebab satu-satunya keyboar miliknya sudah rusak terkena hujan, akibat sering dibawa ke berbagai  desa di Kei. (Malukupost.com)

Pos terkait