Ambon, MalukuPost.com – Setelah dikerjakan satu tahun tujuh bulan (19 bulan), akhirnya Pastori Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) yang terletak di Jln Telukabessy, Mardika, Kecamatan Sirimau, Ambon diresmikan.
Pembangunan pastori senilai Rp4 miliar, berasal dari Rp2,5 miliar dana sharing anggaran pemerintah provinsi Maluku, dan Rp1,5 miliar dari anggaran Sinode ini diresmikan oleh Gubernu Maluku Murad Ismail, ditandai dengan penandatangan prastasi, dan penguntingan pita didampingi Wakil Gubernur, Barnabas Orno, dilanjutkan dengan membuka pintu Pastori oleh Ketua Sinode GPM, Elifas Masipaitella, disaksikan ketua tim pembagunan Edwin Huwae, Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, Wakil Ketua DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut, dan jajaran Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode.
Gubernur Murad, mengatakan membangun pastori memang penting tetapi membangun kehidupan warga jemaat yang mampu berinteraksi secara harmonis sesama orang basudara dengan kelompok umat lainnya adalah hal yang jauh lebih penting.
“Pastori ini harus dirasakan seluruh gereja, baik melalui pelayanan pimpinan Sinode, tetapi juga menjadi tempat kebaktian jemaat, pastoralia dan pelayanan kasih secara khusus kepada rekan-rekan pelayanan dan jemaat,”ujarnya.
Gubernur Murad mengimbau supaya GPM tetap berpegang tangan dalam satu barisan bersama pemerintah daerah, kelompok agama dan stakeholder lainnya, untuk bekerjasama dalam bingkai persaudaraan guna menghadapai Covid-19. Dan disadari membangun Maluku kedepan tidak bisa dibangun hanya oleh satu pihak saja.
“Oleh sebab itu, diharapkan GPM dapat mendukung dan menopang pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan sesuai visi Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani, terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan , dapat terwujud,” katanya
“Teriring doa tulus, semoga Tuhan tetap menyertai dan merahmati Gereja agar selalu setia dalam pelayanan, sebagaimana motto GPM untuk terus menanaman dan menyiram di Bumi Maluku,”ucapnya.
Sementara itu, Ketua Sinode GPM, Elifas Pastori mengutarakan Pastori yang telah diresmikan ini akan menjadi salah satu aset gereja yang perawatan dan pemeliharaannya akan dikerjakan secara berkesinambungan sesuai peraturan pengelolaan barang milik gereja, dalam hal itu memiliki hubungan dengan peraturan yang berlaku di negara ini.
Menurut Elifas, kemanfataan pastori harus dirasakan seluruh gereja, baik melalui pelayaan pimpinan Sinode, tetapi juga menjadi tempat kebaktian jemaat, pastoralia, dan pelayanan kasih secara khusus kepada rekan-rekan pelayanan khusus dan jemaat.
“Terima kasih untuk seluruh kebersamaan kita, Terpujilah Tuhan, tetap setia seturut kasih karunia Tuhan dan berpegang teguh pada iman seperti moto kita, Aku Menanam, Apolos Menyiram, tetapi Allah yang memberikan pertumbuhan,”pungkasnya.


