Pemkab Maluku Tenggara Izinkan Warga Sholat Idul Adha Di Masjid

  • Whatsapp
Bupati Maluku Tenggara, Drs. Hi. Muhamad Thaher Hanubun.

Langgur, Malukupost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) mengizinkan warganya (khususnya umat Islam) untuk melaksanakan Sholat Idul Adha berjamaah di masjid-masjid setempat.

Bupati Malra M. Thaher Hanubun menjelaskan, Sholat Idul Adha tetap dilaksanakan di setiap masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Telah disepakati beberapa hal, umat Islam di Malra dibolehkan melakukan Sholat Idul Adha secara berjamaah di masjid-masjid dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” katanya di Langgur, Senin (19/7/2021).

Diungkapkannya, keputusan pelaksanaan Sholat Idula Adha di masjid-masjid tersebut diambil dengan mencermati perkembangan kasus penularan Covid-19 dan sesuai hasil rapat koordinasi dengan perwakilan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama, Majelis Ulama Indonesia, dan Kantor Kementerian Agama.

Selain itu, jelang perayaan Idul Adha 1442 H, warga (jamaah) dilarang untuk melaksanakan Takbir keliling dengan pawai obor maupun konvoi dengan kendaraan.

“Takbiran dan Sholat Idul Adha hanya boleh dilaksanakan di masjid.

“Malam takbiran dan Sholat Idul Adha hanya dilaksanakan di masjid, dan diikuti oleh jemaah dengan usia 17 sampai dengan 59 tahun,” tandasnya.

Menurutnya, hanya warga (jamaah) yang sehat yang boleh melaksanakan Sholat Idul Adha di masjid, sedangkan jamaah yang sedang hamil atau menyusui, sedang sakit, atau baru pulang dari luar daerah tidak diizinkan mengikuti Sholat Ied di masjid.

Selain itu, pengurus masjid yang akan melaksanakan Sholat Idul Adha wajib menyediakan alat pengukur suhu tubuh, cairan pembersih tangan, dan tempat mencuci tangan serta membatasi jamaah maksimal 30 persen dari kapasitas ruang.

“Diusahakan pula agar jarak antar shaf dan antar jamaah minimal 1,5 meter,” imbuhnya.

Bupati Hanubun mengingatkan pula bahwa setiap masjid yang akan melaksanakan Sholat Idul Adha hanya membuka satu pintu masuk bagi jamaah yang akan melaksanakannya.

Untuk itu, para Camat dan Kepala Ohoi (desa) dapat memantau pelaksanaan Sholat Idul Adha di wilayah masing-masing dan berkoordinasi dengan aparat TNI/Polri.

Pos terkait